Di sini kita bertemu, di sini kita bersatu, di sini kita berdarma bakti tanpa batas waktu. Selamat Datang di halaman Sanggar Pringgodani. -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. - . -- ..- --..-- / -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. ... .- - ..- --..-- / -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. -.. .- .-. -- .- / -... .- -.- - .. / - .- -. .--. .- / -... .- - .- ... / .-- .- -.- - ..- .-.-.- / ... . .-.. .- -- .- - / -.. .- - .- -. --. / -.. .. / .... .- .-.. .- -- .- -. / ... .- -. --. --. .- .-. / .--. .-. .. -. --. --. --- -.. .- -. .. .-.-.-

Kamis, 28 Desember 2017

📢Siaran Pramuka di RRI Malang (Part 1)📡

📻Kak OBER Menggantikan kak BISRI Ketika Sakit📻

Semoga kak Bisri di jemput syurga. Ikut duka cita sedalam dalamnya. Pribadi yang sangat unik, banyak yang tidak tahu, jika pagi hingga siang tangan beliau berlumuran gemuk (minyak pelumas/olie) karena harus berurusan dengan bengkel sepeda, namun pada sore hari berubah secepatnya di depan corong microphone RRI Malang di Jalan Cerme No.1 Kota Malang. Saat ONAIR, berkumandang suara Kak Bisri di radio-radio para pendengar RRI Stasiun Malang: "Kakak adik sahabat pramuka dimana saja berada, hari ini bersama Kak Bisri dalam acara siaran gerakan pramuka, Tepuk Pramuka ..." kurang lebih begitu awal siaran yang dibuka beliau. 
Kadang jam siar beliau diambil alih kak Ober, yang selalu saya (red: kak Djoko AW) kintili (ikuti). Kadang karena ditunggu tunggu anggota atau gugusdepan pramuka yang harusnya siaran belum/nggak datang, bisa karena hujan atau hal lain sehingga selian terlambat ada juga yang batal datang. Disaat itulah kak Ober memutar otak cerdasnya. Suasana siaran diubah layaknya guyon parikena (bergurau asal mengena), saya sebagai lawan bicara beliau, di depan  corong sambil menanti pramuka yang mengisi siaran. 
Jika pengisi acara yang ditunggu lama nggak hadir juga, maka kak Ober swicth gaya banyolan. Entah saya nggak tahu bagaimana, lama lama kok menjadi gaya kentrungan, saya kebagian nyenggaki (menyahuti/meningkahi dengan suara atau kata-kata yang sesuai). 
Itulah awal ide lahirnya kentrung. Selanjutnya ide itu dimatangkan oleh kak Ober. Suatu ketika dialog sempat pula saya dimarahi kak Ober karena ucapan saya nyrempet nyrempet porno. 
Begini ceritanya : awalnya beliau memancing pertanyaan, apa artinya Jambore, saya jawablah dengan arti sebenarnya, tetapi kak Ober malah memplesetkan menjadi sak jam gumbul kere . Lalu kak Ober bertanya lagi, apa artinya kemah? Maka saya menjawab dengan plesetan krengkeng krengkeng mlumah. Sontak saja kak Ober mendelik/mata terbelalak, dan yang terjadi selanjutnya sambil jalan kaki antara jalan Cerme (RRI Malang)  sampai jalan Brawijaya (Sanggar Pringgodani), kak Ober memarahi saya terus. Diantaranya kata-kata kak Ober: "Tahu nggak KID sing ente omong maeng? krengkeng krengkeng mlumah? Iku ngono uwong nggawe anak!!!!" (tahu nggak kid yang kamu katakan tadi? bergerak gerak terlentang, Itu orang bikin anak!!!!), KID (dik panggilan kakak pada adik). Dengan penjelasan itu ... waduh saya getun banget. Kata kak Ober "Iki siaran pramuka duduk banyolan 17 belas Agustusan nok kampung" (Ini siaran Pramuka bukan dagelan 17 belas Agustusan di kampung).

Dituturkan oleh :
Kak Djoko Adi Waluyo (aktifis Pramuka Kodya Malang; member Forum Pandu Ngalam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar