Saya dilahirkan di Kota Malang pada tanggal 3 Juni 1949, bertepatan dengan peristiwa Agresi Militer Kedua. Pada saat itu, Sekutu dan Belanda kembali memasuki wilayah Indonesia untuk menjajah.
Kecintaan saya terhadap kota kelahiran ini tak ternilai harganya, bahkan melebihi harta benda, emas, berlian, dan mutiara. Kota Malang memiliki keindahan dan kesejukan yang membuat siapa saja betah.
Salah satu julukan Kota Malang adalah "Kota Bunga". Julukan ini diberikan karena banyaknya pepohonan dan taman yang mengelilingi kota, salah satunya adalah Taman Alun-alun Tugu (depan Balai Kota Malang). Taman ini bahkan mendapatkan predikat sebagai taman terbaik nasional pada tahun 2010-an.
Selama masa penjajahan Belanda, Kota Malang menjadi tujuan wisata populer bagi penduduk Eropa. Hingga kini pun, Malang masih menjadi destinasi favorit bagi wisatawan mancanegara. Kota ini menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang berharga.
Maskot Kota Malang adalah "Osi" yang digambarkan sebagai seekor singa berambut daun, dan "Ji" sebagai seekor burung Manyar yang bersarang di rambut Osi. Nama "Osi" berasal dari kata "Iso" (bisa) yang menggunakan "Ejaan Ngalam" khas Malang. Kata ini memiliki makna kemampuan untuk meraih cita-cita.
Ciri Khas Oleh-oleh Kota Malang
Kota Malang juga dikenal dengan beragam oleh-oleh lezat, di antaranya:
Keripik Buah
Keripik Apel
Bakpia
Pia Cap Mangkok Merah
Malang Strudel
Sekilas Sejarah Singkat Kota Malang
Malang merupakan kerajaan yang berpusat di wilayah Dinoyo pada masa Raja Gajayana.
Pada tahun 1767, perusahaan-perusahaan mulai memasuki wilayah ini.
Pemerintah Belanda memusatkan kekuasaannya di sekitar Sungai Brantas pada tahun 1821.
Malang memiliki Asisten Residen pada tahun 1824.
Pada tahun 1881, rumah-rumah di bagian barat kota didirikan dan Alun-alun kota dibangun.
Malang ditetapkan sebagai Kotamadya pada tanggal 1 April 1914.
Pada tanggal 8 Maret 1942, Malang diduduki oleh Jepang.
Malang masuk wilayah Republik Indonesia pada tanggal 21 September 1945.
Pada tanggal 22 Juli 1947, Malang kembali dijajah Belanda.
Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang pada tanggal 2 Maret 1947.
Kota Malang menjadi Pemerintah Kota Malang pada tanggal 1 Januari 2001.
Pada tahun 1979, saat saya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), saya mendapat tugas untuk menggambar ulang peta dan maket perkembangan Kota Malang. Hasil pekerjaan tersebut kini dapat kita nikmati.
Gelar yang Dimiliki Kota Malang
Karena kondisi alamnya yang indah, iklim yang sejuk, dan kebersihannya, Kota Malang kerap diibaratkan sebagai Paris di Jawa Timur. Selain itu, Malang juga memiliki berbagai gelar lain, yaitu:
Kota Pelayaran
Kota Istirahat
Kota Pendidikan
Kota Militer
Kota Bersejarah



