Di sini kita bertemu, di sini kita bersatu, di sini kita berdarma bakti tanpa batas waktu. Selamat Datang di halaman Sanggar Pringgodani. -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. - . -- ..- --..-- / -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. ... .- - ..- --..-- / -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. -.. .- .-. -- .- / -... .- -.- - .. / - .- -. .--. .- / -... .- - .- ... / .-- .- -.- - ..- .-.-.- / ... . .-.. .- -- .- - / -.. .- - .- -. --. / -.. .. / .... .- .-.. .- -- .- -. / ... .- -. --. --. .- .-. / .--. .-. .. -. --. --. --- -.. .- -. .. .-.-.-
Tampilkan postingan dengan label Sanggar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sanggar. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Mei 2017

🍁 ⚜ PELANGI DILANGIT BIRU ⚜ 🍁

by Kak Uber
Bagian 1

Salam Pranukaa !!!

Pelangi pelangi,
Alangkah indahmu
Merah, kuning, hijau
dilangit yang biru
Pelukismu Agung, siapa gerangan
Pelangi-pelangi citaaan Tuhan

Lagu diatas sangat sederhana, mudah dihafal dan dinyanyikan oleh anak-anak sampai yang tua-tua, pada dasarnya lagu diatas banyak mengandung nilai filsafat yang luar biasa. 

Betapa tidak, sekian warna berpadu menjadi satu kesatuan yang utuh bertengger di cakrawala dengan gagahnya. Sebenarnya kalau di tinjau dari ilmu fisika munculnya warna (pelangi), disebabkan karena pembiasan (hujan gerimis yang kena pantulan sinar matahari).

Dan ini telah dibuktikan  oleh Para Pandu Ngalam di Gedung Gelora Samudra Pangkalan Angkatan Laut Malang tanggal 22  - 23 April 2017. Dengan acara  Kumpul bareng kanggo tombol kangen.
Bagian 2

πŸŽ—Kawan-kawan, kami selaku PANITIA dengan keterbatasanya, merasa berbahagia bisa menjembatani dan memfasilitasi sedoeloer-sedoeloer Pandu seanterro Nusantara dari : Jatim, Jateng, Jabodetabek, Jabar, Medan, Kendari Palembang, Belitung, Bontang, Gorontalo Bitung, Bima, Mataram dll. sejumlah 150 orang, 
Berkat uluran tangan Kak Agung Pramono, dan Komandan Lanal dan anggotanya.

πŸŽ—Kawan-kawan, saya mohon maaf, saat memberikan laporan di hadapan anda sempat meneteskan air mata ini mungkin salah satu ungkapan rasa haru yang muncul hati yang paling dalam. 

πŸŽ—Kawan-kawan setelah saya amati ternyata Reuni Akbar Pandu Kota Malang 2017, (22 - 23 April 2017), juga mengilhami pada eks Gugusdepan-gugusdepan, baik yang saat itu yang berpangkalan di SMP, SMA. atau yang di BATALION (Gudep yang di Kesatuan Militer) telah tergugah untuk bangkit, terbukti beliau hadir dengan atribut  dan seragam Scout Look kebanggaan masing². 

Api unggun sudah menyala.
Saluuuut

πŸŽ—Kawan-kawan,  jujur saja saya tidak akan mampu  menyelenggarakan event yang saya anggap besar, sesuai dengan harapan. Tanpa dukungan anda semuanya, dan ridlo Allah SWT, juga kepada Kak Agung Pramono, Kak Gadang Pambudi, Kak Dewi GP, Kak Muhammad Syaugi, Kak Wicaksono (cak No) Kang Wident, Kak Lucky, Kak Nusyirwan, Kak Bambang Pamungkas, Kak Totok Yarmanto, Kak Ndut (Gendut, Komandan Lanal Malang), Kak Imam S (Palaksa Lanal Malang), Kak. Suwito Anggoro, Kak Rachmawati, Kak Nuzul Y, Kak Sudjono (Jojon), Kak Djoko AW, Kak Bondan, Kak Hari Mu'ani, Kak Ronny LHDA, Kak Aman Prayogo,  Kak Sonny Jwarson,  Kak M. Taufiq, Kak Johar Arifin, dan teman-teman Kota Malang sendiri yang telah memberi support sekaligus turun tangan demi suksenya acara. 

πŸŽ—Kawan-kawan, saya secara pribadi dan sebagai panitia mengucapkan terima kasih yang tiada taranya, atas bantuan baik moril maupun materiil, sehingga Reuni Akbar Pandu Kota Malang 2017 terlaksana sesuai dengan harapan.
Kita ucapkan puji syukur kepada Allah SWT. atas perkenanNya. Sehingga reuni berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Aamin ya Robb.

Selamat jalan kawanku, semoga anda selamat sampai ditempat, sampai jumpa 2 tahun yang akan, dengan keadaan sehat walafiat, bagi yang tidak bisa hadir, karena sesuatu hal, semoga di lain kesempatan anda bisa kumpul².
 

Yang tidak kalah penting kepada kawan-kawan panitia terima kasih atas kerjasamanya, tanpa bekerjasama yang baik dan saling membantu  tidak tidak mungkin acara reuni akan sukses

Good bye,  see you again, with different atmosphere.

Dituturkan :









Kak Uber Suhartono (pelaku PW Aspac I 1978; aktifis Pramuka Malang Kodya; member Forum Pandu Ngalam)

Kamis, 15 Desember 2016

πŸ‚πŸ”Ί Unik dan Menarik 01πŸ”ΊπŸ‚

PRA REUNI PANDU MALANG
(oleh: Kak Uber)

Awal cerita Kak Diastuti, sangat tertarik dan berkeinginan memiliki, baju scout-look (jika army-look, merujuk pada pakaian militer atau ala-militer, maka scout-look merujuk pada pakaian Pandu/Pramuka _red_) pakaian punya Kak Farida Susilo (scout-look bercorak doreng ala Pramuka  dengan kombinasi kain warna hitam), setelah melihat postingan di grup WhatsApp Pandu Ngalam. Maka kami berdua ingin kerumahnya, sekaligus nyambangi suami Kak Farida yang sedang gerah (sakit).

Tanggal 30-11-2016 Aku dan Dias berencana bersama ke rumah Kak Farida (di wilayah Mondoroko), namun batal dan kemudian sampai 3 kali kami berencana, yaitu tanggal 4-12-2016, 11-12-2016, 13-11-2016, itupun kemudian tertunda, sebab masing-masing masih ada tugas lain. Akhirnya diputuskan pada tanggal 14-12-2014 jam 13.00 ketemuan di SMP Negeri 6 Jl. Kawi 15 Kota Malang.

Ternyata penundaan waktu tersebut ada hikmahnya, karena rencana kami berdua itu didengar oleh Kak Gatot, Kak Ratna, Kak Mimin, Kak Ambar dan semuanya menginginkan ikut. 

Yang saya anggap unik dan menarik kebetulan "kog yooo" Kak Jono (yang tinggalnya di Bintaro Jaksel) dan Kak Johar (yang tinggalnya di Serpong Tangerang) sedang pulang kampung untuk urusan keluarga, dan akhirnya menghubungi kami untuk ikut bergabung.

Tepat pukul 13.30 (Rabu, 14 Desember 2016) kami dapat berkumpul di SMP Negeri 6 Kota Malang, lalu kami berangkat ke rumah Kak Farida.

Setelah perjalanan 45 menit (dengan jalanan sedikit macet) kami mampir dulu ke rumah Kak Ambar di Jl. Candi Jago 35. Perjalanan dari rumah Kak Ambar ke rumah Kak Farida di kawasan Mondoroko lebih macet lagi.

Sesampainya disana kami berdelapan saling melepas rasa rindu dan menikmati bakso pentol mini dan jumbo dan buah segar.

Setelah puas, kami bersepakat meneruskan penjelajahan kali ini dengan tujuan ke kota Singosari, meskipun tanpa Kak Gatot (sebab sedang piket adik ipar sedang rawat inap di RSUD Syaiful Anwar), kami bertolak ke Singosari dengan tujuan anjangsana ke rumah Kak Neny dan Kak Yeny di komplek perum Alam Hijau Randu Agung Singasari, dan ternyata disana sudah hadir juga Kak Lilik dari mantan anggota Pramuka Dirgantara Pagas Singosari, dan hidangan nasi pecel lauk tempe dan rendang mentog (entog)... niiikmat. Kita saling melepas rindu layaknya seperti saudara kandung yang telah lama berpisah.

Saat itu telah berkumpul 11 orang mantan Pandu (Pramuka) Malang, yang sudah sekitar 30 tahun lebih tidak pernah berjumpa. Suasana asyik, gayeng, heboooh dan saling bercerita tentang Pramuka tempo doeloe, tentu saja sesekali diselingi humor segar dan menggelikan.
Berikutnya ... kapan dan dimana?

Senin, 19 September 2016

⚜⚜πŸ• MELEPAS KERINDUAN πŸ•⚜⚜

Acara Reuni Jamnas  '73 usai hujanpun turun, sambil menunggu hujan reda, dimanfaatkan ke Kedai Pramuka (di Buperta). Kak Gatot, Kak Jono dan Kak Joko AW terpisah mereka bertiga saling mencari walaupun ada sarana komunikasi tidak bisa ketemu saking luasnya areal Perkemahan. Dan akhirnya kami berempat pulang agak malam.

Sampai di Perum Maleo Bintaro kediaman Kak Jono sudah capek mandi sebentar kemudian berangkat ke peraduan.
Besoknya setelah makan pagi tanggal 15-8-2016 Kak Totok Yarmanto  tilpun :
" Halo Kang.... apa khabar kalau anda tidak ada acara lain ayo ketemuan di Citos (Cilandak Towns quare) hari ini jam. 18.00 ".
" Okey Kak aku Kak Gatot dan Kak Jono siap ". Jawab saya mengiyakan.

Jam 16.30 bertiga dari Maleo Bintaro bertolak ke Citos dengan Uber Taxi pukul 19.20 aku bertiga baru sampai sedangkan Kak Totok berangkat dari Kantornya pukul 14.00 dan Kak Dewi dari Bandung sudah tiba di lokasi pukul 16.00 aku jadi malu.

* Kak Totok sempat berbisik, Kak Uber di Jakarta kalau ada acara (janjian) 2 jam sebelumnya harus sudah berangkat, agar tidak terjebak macet.

* Kak Dewi :  " Masak Kak Uber berangkat dari Bintaro dan Saya berangkat dari Bandung, yang datang lebih dulu  saya ".
Emang jam 17.32 Kak Dewi sudah stand by Exelso di Citos.
Aku jadi malu, padahal dulu saat jadi Pembina masalah waktu aku tidak kenal jam karet

Kira2 pukul 19.45  sudah kumpul 13 orang   di RM Betawi yang dari Jabodetabek : Kak Totok, Kak Dewi, Kak I'is & keluarga, Kak Sonny, Kak Lilik, ketemuan kecil²an tetapi sangat mengesankan dan merupakan anugerah yang luar biasa walaupun singkat, kami menyadari bahwa besoknya teman² masih ada tugas yang harus di tangani.

Ditambah besoknya kami² mendapat undangan  Upacara Penurunan Bendera Merah Putih si Istana Kepresidenan ini membuat kebanggaan tersendiri buat aku dan teman².
Kalau bukan perjuangan dari teman² yang punya peran, orang daerah seperti kami² kemungkinan kecil bisa duduk manis menikmati prosesi Upacara 17 Agustus di Istana Kepresidenan.
Singkat cerita kami² di Jakarta seperti Petruk dadi Ratu
Betapa tidak aku berpisah dengan teman² di kota Malang, saat umurku masih 24 tahun dan saat ini aku sudah berumur 67 tahun edaaaaan !!.
Mohon maaf aku berkata jujur keluar dari hati nurani yang paling dalam.

Belum cukup lama kita melepas rasa kangen  pukul 21.26   meninggalkan ruang pertemuan. Diakhir dengan foto bersama. Good bye. See you tomorrow.

⚜⛺ MELEPAS KERINDUAN ⛺⚜

Mengingat lokasi pertemuan saat itu d ekat dengan ring satu dimana Jamnas X tahun 2016 akan di buka oleh Ka Mabinas orang nomor satu RI (Presiden Joko Widodo), untuk menghindari kemacetan, aku Kak Gatot dan Kak Djono, harus berangkat pagi², dari Bintaro, jam. 8 pagi sampai ditempat, tentu saja belum ada teman yang hadir, maklum acara akan di awali jam. 11 siang.
Menunggu teman² selama 3 jam tanpa suguhan itu mah sudah biasa Mantan Pandu hahahaha.
Tepat pukul 11. siang teman² sudah pada kumpul, dari 28  (kurang lebih 10 orang yang tidak sempat hadir). Itupun tidak mengurangi kegayengan suasana.

Meeting Point dengan suasana penuh keakraban tanpa di batasi ewuh pakewuh sangat aku rasakan, terbukti gelar, pangkat maupun kedudukan kita tanggalkan, karena memang didada kita masing² ada Merah Putih. Ini bukan sekedar slogan, beliau² yang masih berperan besar baik di Pemerintahan, Departemen, Dewan dan Swasta, termasuk pensiunan seperti aku berbaur menjadi satu. Mungkin Tri Satya dan Dasa Dharma tetap tak lengkang oleh panas, tak lapuk oleh hujan, tetap tumbuh subur di hati sanubari yang paling dalam kita.
Almarhum Kak Heru Baskoro
Mantan Kontingen merasakan dan mengalami Jamnas I tahun 1973 yang saat itu Buperta tidak seindah saat ini, 43 tahun yang lalu Buperta adalah hutan karet dengan semak belukar yang penuh dengan onak dan duri karena kurang terurus, untuk dapat di mendirikan tenda  kontingen harus membersihkan lebih dulu. (jawa babat²). Bisa dibayangkan kita banyak menjumpai binatang melata yang berbahaya : ular, kelabang dan kalajengking, bahkan ada yang di sengat kalajengking.

Belum lagi lokasi becek karena di guyur hujan dan fasilitas sarana dan prasarana terutama MCK, boleh dibilang kurang memadai, bahkan tidak menutup kemungkin para peserta berhajat di tepi danau Situbaru.
Tidak salahlah kalau peserta ada yang nginjek gituan (kayak lagu nonton bioskop yang dipopulerkan Bing Slamet).

Tidak cukup sampai disini penderitaan para kontingen, karena saat itu musim hujan tenda yang sudah di pasang dengan rapi roboh atau lupa regu tidak membuat parit di seputar tenda, keruan para penghuni tenda kehujanan (njedidindil) kedinginan Inikah yang di sebut latihan mental dan fisik....?

Jambore telah usai kontingen Jamnas '73 meninggalkan Bumi Perkemahan tercinta yang penuh dengan kenangan, tantangan kekota Malang Kuceswara dengan KA, dari Pasar Senen, didalam gerbong yang penuh sesak pengap yang tanpa AC menambah penderitaan yang tidak kunjung selesai, bahkan saking capeknya mereka² tidur di kolong tempat duduk persis kayak pindang asin
Kak Djono, Kak Uber, Kak Gatot
Kini mereka² (beliau²) sudah mendapat predikat Kakek dan Nenek, tapi tetap Kadi (kakek dinamis) Neli (nenek lincah).

πŸƒ MELEPAS KERINDUAN πŸƒ

Pengalaman yang sangat mengesankan bagi saya pribadi.
Saat Tanggal 12 Agustus sampai 22 Agustus 2016, di Jakarta.

Acara diatas atas undangan Kak Sonny Jwarson (A.47) selaku kordinator Reuni eks Kontingen Jamnas '73 pada tanggal 14 Agustus 2016 yang sudah aku terima bulan Mei 2016.

Kontan saja saat itu bagai gayung bersambut, walaupun masih jauh aku mempesiapkan diri untuk menabung. Sebelum hari H dana sudah terkumpul,
tepat tanggal 12 Agustus 2016 aku dengan Kak Gatot bertolak ke Jakarta dengan KA. Majapahit, sesampainya di stasiun Pasar Senen, transit di Kwarnas Pramuka Gambir, tidak terlalu lama kami berdua di jemput Kak Djono untuk menginap di rumah beliau di bilangan Perum Bintaro.

Tanggal 14 Agustus 2016  jam. 06.00 dengan Taxi Uber sudah berangkat ke Buperta Cibubur,  menunggu 3 jam di Telaga Seafood teman² Jam. 11.00 sampai jam 16.00 baru meninggalkan Buperta Cibubur.

πŸ”Ή Kesan² di Cibubur :
1. Dalam kurun waktu 43 tahun yang lalu tidak pernah bertemu dengan teman² eks Kontingen Jamnas '73 adalah peristiwa yang sangat langka.

2. Walaupun beliau² sudah mendapat predikat eyang tetapi masih enerjik penuh semangat dan masih top markotop. Pertemuan itu semacam itu bagaikan suplemen. (tambah enom).

3. Guyon² cepika cepiki,  ngguyu ter-bahak² sambil MEOK ( *M*akan *E*nak *O*mong *K*osong ).
Tidak lupa kami mengumandangkan Lagu Jambore '73 yang di pimpin Kak Samodro.

4. Pukul 18.00 semua meninggal arena, saya berdua menuju ke Kwarnas. Selamat jalan  be carefull and see you soo.

Kamis, 21 Juli 2016

SAYUR BOUGENVILLE oleh Kak Gatot


Tahun 1973, sepulang dari Jambore Nasional di Buper Cibubur, sebagai penghuni Sanggar Pringgodani, saya (Gatot Andhika), kak Uber Suhartono, kak Bambang Basuki AS (alm), kak Yongki S, kak Karmen, dan lain-lain, bisa disebut penghuni tetap Sanggar Pringgodani; karena memiliki perbedaan sifat, diantaranya yang suka memerintah teman lainnya alias Big Bos.

Suatu ketika, karena banyaknya acara saya ditegur teman yang sedang menetik dengan suara agak keras dalam bahasa Jawa (kebiasaan kami para penghuni Sanggar) : "Yo opo wis mateng tah? Wetengku luwe" (Gimana sudah matang kah? Perutku lapar); saya menjawab : "Sik kak kari sayure" (Sebentar tinggal sayurnya); Big Bos menyahut : "Yo cepetan" (Ya cepatlah). Lalu dia meneruskan mengetiknya, saya waktu itu memasak sayur dengan memanfaatkan dedaunan yang banyak tumbuh di sekitar sanggar, dan saya memilih daun muda bougenville, disayur dengan bumbu seadanya dan sambil menunggu sayur matang, saya membuat sambal trasi.

Kak Uber yang lagi sibuk menggambar dengan water-verb (cat air) datang dan bertanya : "Kari apane kak" (Kurang apanya kak), saya menjawab : "Tinggal tunggu umub kak" (Tinggal tunggu mendidih), tiba-tiba kak Uber sambil berkata "Kesuwen ..." (Kelamaan) dia tuangkan cat air encer ke dalam panci sayur yang mulai mendidih. Karena saya yuniornya cuma bisa terdiam dan mungkin karena kelaparan Big Bos rupanya membau sambal trasi yang menyengat dan langsung mengambil nasi, sayur dan sambal terus menyantapnya, mungkin merasakan enaknya Big Bos sambil meringis merasakan makanan berkata : "Masakane enak tenan" (Masakannya enak sekali).

Sebenarnya saya dan kak Uber maunya tidak ikutan makan, dan kami saling pandang keheranan, kok ternyata masakanku dikatakan enak oleh Big Bos ... dan mungkin karena juga kelaparan melilit otak kami pun ikut makan ...
Bagaimana rasanya ? Itu menjadi rahasia kami, tapi jika ingin tahu rasanya, suatu saat jika kita mengadakan Reuni di Sanggar Pringgadani boleh deh saya akan masakkan Sayur Daun Bougenville Water-verb ala Sanggar Pringgodani ... hehehe ternyata kita tetap kalah sama Big Bos Juragan Sanggar Pringgodani.