Di sini kita bertemu, di sini kita bersatu, di sini kita berdarma bakti tanpa batas waktu. Selamat Datang di halaman Sanggar Pringgodani. -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. - . -- ..- --..-- / -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. ... .- - ..- --..-- / -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. -.. .- .-. -- .- / -... .- -.- - .. / - .- -. .--. .- / -... .- - .- ... / .-- .- -.- - ..- .-.-.- / ... . .-.. .- -- .- - / -.. .- - .- -. --. / -.. .. / .... .- .-.. .- -- .- -. / ... .- -. --. --. .- .-. / .--. .-. .. -. --. --. --- -.. .- -. .. .-.-.-

Senin, 19 September 2016

⚜⛺ MELEPAS KERINDUAN ⛺⚜

Mengingat lokasi pertemuan saat itu d ekat dengan ring satu dimana Jamnas X tahun 2016 akan di buka oleh Ka Mabinas orang nomor satu RI (Presiden Joko Widodo), untuk menghindari kemacetan, aku Kak Gatot dan Kak Djono, harus berangkat pagi², dari Bintaro, jam. 8 pagi sampai ditempat, tentu saja belum ada teman yang hadir, maklum acara akan di awali jam. 11 siang.
Menunggu teman² selama 3 jam tanpa suguhan itu mah sudah biasa Mantan Pandu hahahaha.
Tepat pukul 11. siang teman² sudah pada kumpul, dari 28  (kurang lebih 10 orang yang tidak sempat hadir). Itupun tidak mengurangi kegayengan suasana.

Meeting Point dengan suasana penuh keakraban tanpa di batasi ewuh pakewuh sangat aku rasakan, terbukti gelar, pangkat maupun kedudukan kita tanggalkan, karena memang didada kita masing² ada Merah Putih. Ini bukan sekedar slogan, beliau² yang masih berperan besar baik di Pemerintahan, Departemen, Dewan dan Swasta, termasuk pensiunan seperti aku berbaur menjadi satu. Mungkin Tri Satya dan Dasa Dharma tetap tak lengkang oleh panas, tak lapuk oleh hujan, tetap tumbuh subur di hati sanubari yang paling dalam kita.
Almarhum Kak Heru Baskoro
Mantan Kontingen merasakan dan mengalami Jamnas I tahun 1973 yang saat itu Buperta tidak seindah saat ini, 43 tahun yang lalu Buperta adalah hutan karet dengan semak belukar yang penuh dengan onak dan duri karena kurang terurus, untuk dapat di mendirikan tenda  kontingen harus membersihkan lebih dulu. (jawa babat²). Bisa dibayangkan kita banyak menjumpai binatang melata yang berbahaya : ular, kelabang dan kalajengking, bahkan ada yang di sengat kalajengking.

Belum lagi lokasi becek karena di guyur hujan dan fasilitas sarana dan prasarana terutama MCK, boleh dibilang kurang memadai, bahkan tidak menutup kemungkin para peserta berhajat di tepi danau Situbaru.
Tidak salahlah kalau peserta ada yang nginjek gituan (kayak lagu nonton bioskop yang dipopulerkan Bing Slamet).

Tidak cukup sampai disini penderitaan para kontingen, karena saat itu musim hujan tenda yang sudah di pasang dengan rapi roboh atau lupa regu tidak membuat parit di seputar tenda, keruan para penghuni tenda kehujanan (njedidindil) kedinginan Inikah yang di sebut latihan mental dan fisik....?

Jambore telah usai kontingen Jamnas '73 meninggalkan Bumi Perkemahan tercinta yang penuh dengan kenangan, tantangan kekota Malang Kuceswara dengan KA, dari Pasar Senen, didalam gerbong yang penuh sesak pengap yang tanpa AC menambah penderitaan yang tidak kunjung selesai, bahkan saking capeknya mereka² tidur di kolong tempat duduk persis kayak pindang asin
Kak Djono, Kak Uber, Kak Gatot
Kini mereka² (beliau²) sudah mendapat predikat Kakek dan Nenek, tapi tetap Kadi (kakek dinamis) Neli (nenek lincah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar