Di sini kita bertemu, di sini kita bersatu, di sini kita berdarma bakti tanpa batas waktu. Selamat Datang di halaman Sanggar Pringgodani. -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. - . -- ..- --..-- / -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. ... .- - ..- --..-- / -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. -.. .- .-. -- .- / -... .- -.- - .. / - .- -. .--. .- / -... .- - .- ... / .-- .- -.- - ..- .-.-.- / ... . .-.. .- -- .- - / -.. .- - .- -. --. / -.. .. / .... .- .-.. .- -- .- -. / ... .- -. --. --. .- .-. / .--. .-. .. -. --. --. --- -.. .- -. .. .-.-.-

Rabu, 21 Mei 2025

Pengalaman Pramuka Jaman SMP: NULUNG KEPHENTUNG

Jaman sekolah ana SMP tahun 70-an, siswa-siswa kudu taat tata aturan sekolah. Contone, saben dina kudu nganggo seragam sekolah: klambi putih lengan pendek ana lambang sekolah ning dodo kiwa, rok ngisoran utawa celana cekak warna biru, kaos kaki putih, lan sepatu ireng.


Melebu sekolah saben isuk jam 7 pas. Sapa wae sing tekan sekolah telat kudu lapor dhisik ana bagian guru piket. Bapak utawa ibu guru piket kala-kala sedurunge jam 7 wis ngadeg jaga ana ngarepe gerbang sekolah. Tugasé niliki lan meriksa seragam sekolah para siswa sarta nyatet siswa sing teka telat.

Dina iku kebetulan ana pemeriksaan seragam sekolah siswa. Ibu guru LM lagi piket jaga, wis ngadeg nyegat ing ngarep gerbang sekolah. Kala iku, aku wis tekan sekolah nganggo seragam sekolah lengkap: klambi, celana, lan sepatu. Dadi, aku aman mlebu sekolah tanpa diperiksa.

Nyambi nunggu pelajaran sekolah mulai, aku ngobrol ngalor-ngidul karo kanca-kanca ana njero kelas. Kelasku klebu bagian ngarep gedung sekolah. Tembok kelase separo bagian ngisor ditembok bata, lan bagian dhuwur nganggo kawat ram kanggo ventilasi.

Lagi enak-enak ngobrol karo kanca-kanca, ora let suwe ana swara kanca AR celuk-celuk saka njobo njaluk tulung nyilih kaos kaki. Dhèwèké ora bisa mlebu sekolah amarga ora nggawa kaos kaki.

Mathok jiwa Pramuka ning dodo – roso setia kanca lan seneng tetulungan. Ora mikir dawa, kaos kakiku sepasang langsung tak copot lan tak buwang menjobo, dilewatake kawat ram kanggo kanca sing nunggu ana njobo.

Ora let suwe, ana guru Pak KN mlebu kelas marani aku, ngajak menyang kantor guru.

Melebu kantor guru, aku kaget ketemu Ibu guru LM karo kancaku AR sing karepe nyilih kaos kaki mau. Rupane, nalika kancaku njupuk kaos kaki, tiba saka kawat ram dhuwur lan ana salah siji guru sing weruh.

Ibu guru LM takon, "Iki kaos kakine sapa?" Aku mangsuli blakasuta, "Inggih, niku kaos kaki kula piyambak. Karepe kanca kula wau nyilih amargi mboten nggawa."

Ibu guru LM duka lan nyeneni aku lan kancaku. "Wah, iki kong kali kong! Loro-lorone padha nglanggar tata aturan sekolah! Mosok ya kaos kaki sepasang digawe sikile wong loro? Ora mlebu nalar!"

Dadine, esuk kuwi aku karo kancaku dihukum ora oleh mlebu pelajaran pertama ning kelas. Kita didhawuhi ngadeg jejeg ana pojokan ruang guru.

Wah... wah... kedadeyan iki tetep kenang nganti saiki. Iso-iso wae kepanthek jiwa Pramuka, karepe nulung kanca malah kepenthung dhéwé. Mula, sapa wae sing pancen salah, ya tetep ngaku salah wae.

(odok S, Tangerang Banten)



Selasa, 20 Mei 2025

HARI KEBANGKITAN NASIONAL 117

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei

Hari Kebangkitan Nasional dirayakan pada tanggal 20 Mei untuk memperingati berdirinya Boedi Utomo pada 20 Mei 1908 di Jakarta, yang menjadi awal dari gerakan nasional yang terorganisir di Indonesia. Boedi Utomo didirikan oleh Dr. Soetomo bersama beberapa pelajar STOVIA dengan dorongan Dr. Wahidin Sudirohusodo, sebagai organisasi pemuda pertama yang mendorong kesadaran nasionalisme, persatuan, dan perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia.

Penentuan tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional dilakukan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1948 di Istana Kepresidenan Yogyakarta berdasarkan usulan Ki Hadjar Dewantara, sebagai simbol kebangkitan bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai rintangan dan mempertahankan persatuan selama periode Revolusi Nasional. Meskipun Boedi Utomo sempat dianggap terlalu bekerjasama dengan pemerintah kolonial dan lebih fokus kepada Jawa, organisasi ini tetap menjadi pelopor yang memberikan pengaruh pada gerakan lain seperti Sarekat Islam dan Indische Partij.

Hari Kebangkitan Nasional melambangkan masa awal abad ke-20 ketika rakyat Indonesia mulai menyadari identitas mereka sebagai satu bangsa, bukan hanya sebagai kelompok suku atau daerah yang terpisah, di tengah kesulitan akibat penjajahan Belanda dan munculnya kaum intelektual yang menggerakkan gerakan nasional. Selain Boedi Utomo, momen penting lainnya yang menandai kebangkitan nasional adalah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang menegaskan semangat persatuan dan nasionalisme di Indonesia.

Tahun ini, Harkitnas mengusung tema "Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat". Tema ini dipilih untuk membangkitkan semangat kolektif seluruh elemen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan dan bergerak maju menuju Indonesia yang lebih tangguh, mandiri, dan sejahtera.


Minggu, 18 Mei 2025

Percaya Mistis dan Takhayul: Dipengaruhi Budaya dan Tradisi by Paman Gober

Mengapa Masih Percaya di Era Modern?

Meskipun dunia telah berkembang dengan pesat melalui kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepercayaan terhadap hal-hal mistis dan takhayul tetap bertahan. Dua hal ini—yang telah memikat manusia selama berabad-abad—masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat hingga hari ini.

Apa sebenarnya yang membuat sebagian orang tetap mempercayai hal-hal semacam ini, meskipun kita hidup di zaman yang serba rasional?


Pengertian Mistis dan Takhayul

  • Mistis adalah keyakinan akan adanya kekuatan supernatural atau spiritual yang tidak dapat dijelaskan secara rasional. Ini mencakup praktik-praktik spiritual, kepercayaan terhadap roh, entitas gaib, dan fenomena metafisik lain. Sayangnya, keyakinan ini juga sering dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menipu dan mencari keuntungan.

  • Takhayul adalah kepercayaan terhadap hal-hal tertentu yang dianggap membawa sial atau keberuntungan—seperti angka, benda, atau tindakan khusus. Dalam praktiknya, takhayul sering digunakan untuk meramal masa depan, termasuk meramal angka togel.



Faktor Penyebab Kepercayaan terhadap Mistis dan Takhayul

a. Warisan Budaya

Kepercayaan mistis dan takhayul sering berasal dari tradisi dan budaya nenek moyang yang diwariskan secara turun-temurun. Cerita rakyat, mitos, dan ritual adat menjadi fondasi utama yang melestarikan keyakinan tersebut hingga kini.

b. Rasa Aman dan Kendali

Dalam menghadapi fenomena yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah, manusia cenderung mencari cara untuk merasa aman dan tetap memiliki kendali. Mistis dan takhayul menjadi semacam "pegangan" untuk memberikan rasa kepastian di tengah ketidakpastian hidup.

c. Pengalaman Pribadi

Banyak individu memiliki pengalaman pribadi yang mereka tafsirkan sebagai bukti akan adanya kekuatan gaib. Misalnya, mimpi-mimpi tertentu, perasaan "déjà vu", atau peristiwa yang dianggap kebetulan luar biasa bisa memperkuat keyakinan terhadap hal mistis.


Kekuatan Mitos di Jawa Timur

Di Indonesia, kepercayaan terhadap dunia mistis dan takhayul masih kuat, terutama di wilayah pedesaan atau daerah yang kaya akan warisan budaya dan spiritualitas. Salah satu contohnya adalah Jawa Timur, di mana mitos dan cerita rakyat masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Menurut Kemdikbud.go.id, mitos di Jawa Timur bukan hanya tradisi lisan, tetapi juga menjadi bagian integral dari pemahaman masyarakat terhadap alam dan kehidupan spiritual.

Berikut beberapa mitos terkenal yang masih dipercaya hingga kini:

1. Mitos Keris Pusaka

Keris pusaka dipercaya memiliki kekuatan magis. Selain membawa perlindungan dan keberuntungan, keris juga diyakini dapat membawa malapetaka jika tidak dirawat dengan benar atau digunakan dengan niat buruk.

2. Mitos Gunung Sebagai Tempat Dewa

Gunung Semeru dianggap sebagai tempat tinggal dewa. Masyarakat melakukan ritual dan doa di sana sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan kekuatan alam.

3. Sumber Air yang Dikeramatkan

Beberapa mata air, seperti Poncokusumo di Malang, dipercaya dapat menyembuhkan penyakit dan membawa rezeki. Keyakinan ini masih dipegang erat oleh masyarakat yang datang dengan niat baik.

4. Mitos Penunggu Hutan

Hutan seringkali dikaitkan dengan penunggu gaib. Masyarakat percaya bahwa memasuki hutan dengan niat buruk atau tanpa menaati pantangan bisa mendatangkan bencana. Mitos ini berfungsi pula sebagai cara menjaga kelestarian alam.

5. Mitos Nyi Roro Kidul

Ratu Pantai Selatan ini diyakini menguasai lautan selatan. Siapa yang menghormatinya akan mendapat perlindungan, tapi mereka yang melanggar pantangan bisa terkena celaka—khususnya di wilayah pesisir.

Mitos-mitos ini mencerminkan hubungan mendalam antara manusia, alam, dan kekuatan tak kasat mata. Mereka juga berfungsi sebagai pengingat untuk menjaga harmoni dalam hidup.


Pandangan Religius dan Rasionalitas

Dalam konteks keagamaan, muncul pertanyaan: Mengapa banyak orang beragama menolak rasionalitas dalam kepercayaan mereka?

Jawabannya sederhana: karena iman tidak dibangun atas dasar rasionalitas.

Iman harus melampaui logika. Jika seseorang beriman hanya karena sesuatu masuk akal, maka saat muncul penjelasan logis lain yang bertentangan, imannya bisa goyah. Oleh sebab itu, keyakinan religius tidak boleh bergantung semata-mata pada logika.

Sebagai contoh:
Seorang penganut agama—baik Kristen, Yahudi, maupun Islam—percaya bahwa kisah Nuh, Abraham, atau Musa adalah kebenaran mutlak, meskipun tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Iman jenis inilah yang menjadi dasar kuat bagi keyakinan spiritual.


Penutup

Kepercayaan terhadap hal-hal mistis dan takhayul memang tidak sepenuhnya bisa dihilangkan. Di banyak tempat, khususnya Indonesia, hal tersebut sudah menjadi bagian dari budaya dan spiritualitas lokal. Kepercayaan ini tak hanya menunjukkan cara pandang terhadap dunia gaib, tetapi juga menjadi cara masyarakat memaknai hidup dan menjaga hubungan harmonis dengan alam semesta.

Sebagaimana tertulis dalam Al-Qur'an:

"Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah."
(Al-Naml: 65)




📜 Disusun oleh: Paman Gober
📅 16 Mei 2025



Jumat, 16 Mei 2025

KLINCIKU UCUL KARYA KI NARTO SABDO


Tokoh ini bernama Ki Narto Sabdo, seorang dalang termasyhur, beliau dilahirkan di Klaten Jawa Tengah tahun 1925 dan wafat di Semarang pada 7 Oktober 1985 (umur 60).

Dimana pertama kali beliau tampil sebagai dalang..? Ki Narto Sabdo muncul pertama kali di Jakarta, tepatnya di gedung Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer  (PTIK), yang disiarkan langsung RRI pada 28 April 1958. Penampilan perdana itu langsung mengangkat namanya. Lakon yang ia tampilkan saat itu adalah Kresna Duta. Pengalaman pertama mendalang tersebut sempat membuat Ki Narto panik di atas pentas karena pada saat itu pekerjaannya yang sesungguhnya ialah pengendang grup wayang orang Ngesti Pandowo, Ki Narto sejak remaja sudah menggemari para dalang ternama, seperti Ki Ngabehi Wignyosoetarno dari Sala dan Ki Poedjosoemarto dari Klaten. Ia juga tekun membaca berbagai buku tua. Kepala Studio RRI waktu itu, Sukiman menawari Ki Narto untuk mendalang, sehingga jadilah pertunjukan di PTIK tersebut.

Bungsu dari tujuh bersaudara yang lahir 25 Agustus 1925 di Krangkungan, Pandes, Kapanewon Wedi, Kabupaten Klaten, Kasunanan Surakarta. Nama kecilnya adalah Sunarto.  Dalam kreasi mengembangkan wayang, Sunarto mendapat tambahan gelar di belakang "Sabdo" gelar itu diterima sejak tahun 1948, sejak itu namanya dikenal "Narto Sabdo".

Didorong untuk memperkenalkan upaya pembaharuan serta didukung kejelian pulalah mendorong Narto Sabdo menggelar wayang semalam suntuk melalui corong radio.

Namun semangat pembaruan yang melampaui zamannya membuat Ki Narto Sabdo tak mudah diterima semua kalangan. Dalang mapan  dengan gaya konservatif menyebut Narto Sabdo "Berdosa" paling besar, dalam rusaknya seni pedalangan. Saat itulah muncul istilah "Dalang Edan".

Meski demikian tidak sedikit kalangan yang merespon positif semangat pembaharuan Ki Narto Sabdo. Tanpa pembaharuan, mesti masih berpegang pada pakem, karya-karya seni tradisi termasuk wayang, rawan tergilas oleh kehidupan modern.

"Masyarakat yang telah dihilangkan ingatan kolektif ini akan meninggalkan wayang, meninggalkan leluhur, meninggalkan bayangannya sendiri. Setelahnya mereka akan menyukai puak-puak kehidupan dalam komunikasi modern. Sepanjang karirnya Ki Narto Sabdo dikenal sebagai dalang, dan guru dalang.

Banyak dalang kenamaan, selanjutnya murid-murid yang dibimbing seperti Ki Manteb Sudarsono, Ki Mujoko, Ki Joko Raharjo, Nyi Suharni Sabdowati dan lain-lainnya, juga Jaya Suprana (pianis. komposer dan pewaris perusahaan Jamu Cap Jago atau dikenal sebagai Jamu Jago).

Ki Narto Sabdo juga dikenal luas sebagai dalang kesayangan Bung Karno. Pada masa itu ada tiga dalang kenamaan, yang menjadi langganan pentas di Istana Negara antara lain Ki Pujo Sumarto dari Klaten, Ki Bei Tarno dari Solo, dan Ki Narto Sabdo dari Semarang.

Selain berkarya dalam dunia pakeliran, juga berkarya sangat intent menciptakan gending-gending dan lagu Jawa, terutama yang sangat dikenal masyarakat adalah "Lagu Kelinciku Ucul". Ratusan karya Gendingnya abadi sampai saat ini.


Penampilan perdana itu langsung mengangkat nama Ki Narto. Berturut-turut ia mendapat kesempatan mendalang di Solo, Surabaya, Yogya, dan seterusnya. Lahir pula cerita-cerita gubahannya, seperti Dasa Griwa, Mustakaweni, Ismaya Maneges, Gatutkaca Sungging, Gatutkaca Wisuda, Arjuna Cinoba, Kresna Apus, dan Begawan Sendang Garba. Semua itu ia dapatkan karena banyak belajar sendiri, tidak seperti dalang lain yang pada umumnya lahir dari keturunan dalang pula, atau ada pula istilah dalang kewahyon (mendapat wahyu).

Karena sering mementaskan lakon carangan Ki Narto pun sering mendapat banyak kritik. Ia juga dianggap terlalu menyimpang dari pakem, antara lain berani menampilkan humor sebagai selingan dalam adegan keraton yang biasanya kaku dan formal. Namun kritikan-kritikan tersebut tidak membuatnya gentar, justru semakin banyak berkarya.

Ki Nartosabdo dapat dikatakan sebagai pembaharu dunia pedalangan pada tahun 80-an. Gebrakannya dalam memasukkan gending-gending ciptaannya membuat banyak dalang senior yang memojokkannya. Bahkan ada RRI di salah satu kota memboikot hasil karyanya. Meskipun demikian dukungan juga mengalir antara lain dari dalang-dalang muda yang menginginkan pembaharuan di mana seni wayang hendaknya lebih luwes dan tidak kaku.

Selain sebagai dalang ternama, Ki Narto juga dikenal sebagai pencipta lagu-lagu Jawa yang sangat produktif. Melalui grup karawitan bernama Condong Raos yang ia dirikan, lahir sekitar 319 buah judul lagu (lelagon) atau gendhing, antara lain Caping Gunung, Gambang Suling, Ibu Pertiwi, Klinciku Ucul, Prahu Layar, Ngundhuh Layangan, Aja Diplèroki, dan Rujak Jeruk.


Hingga sejauh ini Ki Narto Sabdo adalah dalang satu-satunya yang mendapat anugerah "Bintang Mahaputra Nararya" dari Pemerintah lndonesia, atas jasa-jasanya di bidang kebudayaan. Ki Narto Sabdo meninggal pada 7 Oktober 1985. Penghormatan yang dilakukan Pemkot Semarang, dengan mengabadikan namanya. Mochus Budi R yang menyadur Umar Kayam bagian akhir esai pada 24 tahun yang silam :

Kita adalah Masyarakat yang bergerak cepat, dan cukup dramatis, melepas isolasi-isolasi subkulturnya. Apakah wayang termasuk salah satu diantaranya"

Lagu Klinciku Ucul (karya Ki Nartosabdo) dinyanyikan oleh Deni Kristiani istri Deni Afriadi alias Percil pelawak asal Banyuwangi yang saat ini tinggal di Blitar, dan si bawah video adalah lirik lagunya:

Ngubengi kutho sateruse
ing ndeso ndeso
Mergo aku anggoleki
Sing tak tresnani
Kelinciku ucul

Lungo mengetan suroboyo
Terus nyang mbali
Mengulon lungo nyang mbandung
Ora ketemu
Terus aku nyang jakarta

Jebul ora ketemu
Adhuh kelinciku
Ojo mbedho aku
Terus bali nyang semarang
Kelinciku wus ono kandang

Lah jebulane grusa grusu
Keburu nepsu
Wekasane montang manting
Ragade akeh
Aku dhewe kang kebanting

Jebul ora ketemu
Adhuh kelinciku
Ojo mbedho aku
Terus bali nyang semarang
Kelinciku wus ono kandang

...

Ngubengi kutho sateruse
ing ndeso ndeso
Mergo aku anggoleki
Sing tak tresnani
Kelinciku ucul

Lungo mengetan suroboyo
Terus nyang mbali
Mengulon lungo nyang mbandung
Ora ketemu
Terus aku nyang jakarta

Jebul ora ketemu
Adhuh kelinciku
Ojo mbedho aku
Terus bali nyang semarang
Kelinciku wus ono kandang

Lah jebulane grusa grusu
Keburu nepsu
Wekasane montang manting
Ragade akeh
Aku dhewe kang kebanting

Jebul ora ketemu
Adhuh kelinciku
Ojo mbedho aku
Terus bali nyang semarang
Kelinciku wus ono kandang

 

ditulis oleh:

®..Paman Gober..®

Catatan :
  • kutipan dari https://www.detik.com/jateng/budaya/d-6153025/ki-nartosabdo-sang-pembaru-yang-pertama-sandang-gelar-dalang-edan
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Nartosabdo

VIDEO KAK ANY PRAZ MENGGELAP "PIYE JAL"


Ini cerita kak Eli Sudaryati, tentang video hasil perekaman (bahasa kerennya "shooting" tanpa bedil atau pake panahnya Arjuno), begini alkisahnya : saat kak Any sing-song lagu bergenre Keroncong atau Langgam Jawa (yang tahu silahkan pilih dalam hati dan berkata dalam hati "oh, itu genrenya ....") yang berjudul Jangkrik Genggong karya Anjar Any dan dinyanyikan oleh maestro keroncong/langgam jawa ibu Waljinah, yang kalau tidak salah liriknya seperti ini :

Kendal kaline wungu
Ajar kenal karo aku
Lelene mati digepuk
Gepuk nganggo walesane
Suwe ora pethuk
Ati sida remuk
Kepethuk mung suwarane
Eyae eyae eyae
Jangkrik genggong jangkrik genggong
Luwih becik omong kosong

Semarang kaline banjir
Ja sumelang ra dipikir
Jangkrik upa saba ning tangga
Malumpat ning tengah jogan
Wis watake priya jare ngaku setya
Tekan ndalan selewengan

Eyae eyae eyae
Jangkrik genggong jangkrik genggong
Wani nglirik sepi uwong

Yen ngetan bali ngulon
Tiwas edan rak kelakon
Yen ngrujak ngrujaka nanas
Ojo ditambahi kuweni
Kene tiwas nggagas
Awak adhem panas
Jebul ana sing nduweni

Eyae eyae eyae
Jangkrik genggong jangkrik genggong
Sampun cekap mangsa borong

"Min, admin, mana ceritanya .... kebanyakan narasi dan intro"

OK ... 

Pada saat perekaman gambar saat kak Any bernyanyi, di video pertama yang diambil gambarnya dengan format gambar atau orientasi portrait atau tegak/vertikal, hasil videonya bagus dan jelas, sehingga nyaman jika dinikmati/dilihat (lihat video pertama di bawah ini) :

Kemudian pengambilan gambar diubah dari posisi tegak/vertikal menjadi posisi mendatar/horizontal atau orientasi landscape, hasil awal videonya bagus dan masih nyaman dilihat, akan tetapi lama-lama gambar menjadi menggelap (lihat video kedua di bawah ini sampai akhir video) :

Mungkin, pembaca blog Sanggar Pringgodani (pramukaker.blogspot.com) mempunyai pendapat atas masalah ini, silahkan dijelaskan di kolom komentar. Dan jangan lupa like video youtubenya, subscribe channelnya, lalu share blog ini.


Ide cerita : Kak Eli Sudaryati

Kamis, 15 Mei 2025

KISAH UNIK DAN MISTERI "KOK BISA?"

Cerita Kak Any Pras :
KISAH UNIK DAN MISTERI "KOK BISA?"


Aku bersama teman-teman grupnya Pak Cuk (semuanya ibu-ibu) ke rumah Bu Totok mau rekaman lagu yang direncanakan untuk mengisi Halal bi Halal.

Tiba giliranku rekaman saat selesai, kami cek hasil rekaman, lagu pertama hasilnya sesuai, pada lagu kedua yang sudah direkam saat dicek hasilnya mengejutkan dan sangat mengherankan.

Ternyata saat diputar ulang pada hasil rekaman tersebut muncul suara lain, yaitu pria yang mengikuti aku menyanyi sejak awal hingga akhir lagu.

Semua jadi heboh, karena satu-satunya pria hanyalah Pak Cuk player keyboard/pemain organ dan beliau tidak merasa bernyanyi dan tidak ada mikropon lain selain yang aku pegang.

Kok bisa? Ada penyanyi pria yang menyanyi selain aku, layaknya seperti bernyanyi duet (bukan backing vocal).

Mengingat peristiwa itu, Saat ini aku masih syok dan saat mengetik ini dengan tangan gemetar.

Perlu diketahui posisiku dan player (pak Cuk) cukup jauh ada sekitar 4 meter dan semua teman-teman ada ditempat kejadian ikut menyaksikan, pada saat itu tanggal 8 Mei 2025 menjelang magrib di  Karang Ploso (Kabupaten Malang).

Demikian cerita ini, mungkin diantara Anda ada pengalaman yang hampir sama. Mohon cerita dan di kirim ke WhatsApp Group Pandu Ngalam, semoga ini dibaca/didengarkan hanya sebagai hiburan. Matur nuwun. 

Dan, dibwah ini rekaman lagu yang dimaksud.⤵️ Perhatikan dengan seksama suara seorang pria yang mengikuti suara aku menyanyi.


(Catatan Admin: rekaman tersebut oleh admin dibuat menjadi video seperti di atas)

PENGALAMAN YANG PALING TERKESAN SEBAGAI PRAMUKA oleh Paman Gober

 PENGALAMAN YANG PALING TERKESAN SEBAGAI PRAMUKA.


Kalau mengingat masa lalu, saat berusia belasan tahun.  "Rasanya dunia ini hanya milik Saya". Betapa tidak... Saat masih duduk di bangku SLTP. Saya mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka (ekskul) dengan Pembina Kak Widodo asal dari kota Tulungagung, orangnya ramah, penuh senyum, sabar dan sangat telaten.

Suatu saat Gugus Depan Saya mengadakan Perkemahan "Sabtu Malam Minggu" di lapangan "Indrakila" (belakang Museum Brawijaya di Jalan Besar ljen Kota Malang) sekarang perumahan Griya Wilis Indah.

Acara yang sangat terkesan, adalah acara "Api Unggun" dan "Jurit Malam". 


-klik untuk menonton video-
subscribe channel youtube : Sanggar Pringgodani

Dalam kontek kegiatan ini jurit malam, melambangkan siap tempur, dan siap menghadapi tantangan, hal ini biasanya dilakukan di malam hari. Aktifitas ini di rancang untuk melatih Pramuka dalam kondisi yang tidak terduga, dan membiasakan mereka, untuk tetap tenang, waspada, dibawah tekanan.

Dalam acara jurit malam, peserta dibawa ke sebuah tempat dengan menutup mata  dengan hasduk, setelah sampai ditempat, tutup mata dibuka, kemudian berjalan mengikuti pemandu (penujuk jalan) ke area sekitar camping ground, dengan situasi yang gelap.

Di dalam perjalanan, di siapkan halang-rintang, misalnya : melewati jembatan bambu, melewati tengah kuburan. (uwik...!! disini serem). Dan beberapa Kakak Senior (Penegak) berperan sebagai sosok  Pocong, Kuntilanak, atau Genderuwo. Wewe gombel. 


Kegiatan ini bertujuan menguji keberanian, kekompakan, kerjasama, hingga imajinasi. Selain itu jurit malam, bisa melatih kepemimpinan dan memecahkan masalah dalam waktu singkat. Setelah jurit malam biasanya Anggota Pramuka di ajak melakukan "Renungan Malam", yakni kegiatan untuk  merefleksi dan intropeksi bersama.

Kegiatan Jurit Malam dan Renungan Malam, memiliki tujuan khusus, hal ini di ungkapan Bapak Pandu sedudian, Baden Powell, dalam bukunya "Scouting for Boys"


Baden Powell menyebutkan, bahwa Pramuka dapat menentukan jalan, baik malam ataupun siang hari. Hal itu untuk melatih kedisiplinan, ketahan fisik dan mental, serta kekompakan dalam regu.

Tentunya di butuhkan pengalaman yang mencukupi, untuk terbiasa melakukan jurit malam. Sebagian mungkin ada yang pernah  tersesat, ketakutan, sampai ngompol. Huakakak...!!!.

Itu tadi tulisan tentang kegiatan Pramuka, semoga bisa di pahami dan bermanfaat, bagi mantan Pramuka, khsusnya Pandu Ngalam.

Paman Gober®
15052025