Di sini kita bertemu, di sini kita bersatu, di sini kita berdarma bakti tanpa batas waktu. Selamat Datang di halaman Sanggar Pringgodani. -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. - . -- ..- --..-- / -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. ... .- - ..- --..-- / -.. .. / ... .. -. .. / -.- .. - .- / -... . .-. -.. .- .-. -- .- / -... .- -.- - .. / - .- -. .--. .- / -... .- - .- ... / .-- .- -.- - ..- .-.-.- / ... . .-.. .- -- .- - / -.. .- - .- -. --. / -.. .. / .... .- .-.. .- -- .- -. / ... .- -. --. --. .- .-. / .--. .-. .. -. --. --. --- -.. .- -. .. .-.-.-

Kamis, 15 Mei 2025

KISAH UNIK DAN MISTERI "KOK BISA?"

Cerita Kak Any Pras :
KISAH UNIK DAN MISTERI "KOK BISA?"


Aku bersama teman-teman grupnya Pak Cuk (semuanya ibu-ibu) ke rumah Bu Totok mau rekaman lagu yang direncanakan untuk mengisi Halal bi Halal.

Tiba giliranku rekaman saat selesai, kami cek hasil rekaman, lagu pertama hasilnya sesuai, pada lagu kedua yang sudah direkam saat dicek hasilnya mengejutkan dan sangat mengherankan.

Ternyata saat diputar ulang pada hasil rekaman tersebut muncul suara lain, yaitu pria yang mengikuti aku menyanyi sejak awal hingga akhir lagu.

Semua jadi heboh, karena satu-satunya pria hanyalah Pak Cuk player keyboard/pemain organ dan beliau tidak merasa bernyanyi dan tidak ada mikropon lain selain yang aku pegang.

Kok bisa? Ada penyanyi pria yang menyanyi selain aku, layaknya seperti bernyanyi duet (bukan backing vocal).

Mengingat peristiwa itu, Saat ini aku masih syok dan saat mengetik ini dengan tangan gemetar.

Perlu diketahui posisiku dan player (pak Cuk) cukup jauh ada sekitar 4 meter dan semua teman-teman ada ditempat kejadian ikut menyaksikan, pada saat itu tanggal 8 Mei 2025 menjelang magrib di  Karang Ploso (Kabupaten Malang).

Demikian cerita ini, mungkin diantara Anda ada pengalaman yang hampir sama. Mohon cerita dan di kirim ke WhatsApp Group Pandu Ngalam, semoga ini dibaca/didengarkan hanya sebagai hiburan. Matur nuwun. 

Dan, dibwah ini rekaman lagu yang dimaksud.⤵️ Perhatikan dengan seksama suara seorang pria yang mengikuti suara aku menyanyi.


(Catatan Admin: rekaman tersebut oleh admin dibuat menjadi video seperti di atas)

PENGALAMAN YANG PALING TERKESAN SEBAGAI PRAMUKA oleh Paman Gober

 PENGALAMAN YANG PALING TERKESAN SEBAGAI PRAMUKA.


Kalau mengingat masa lalu, saat berusia belasan tahun.  "Rasanya dunia ini hanya milik Saya". Betapa tidak... Saat masih duduk di bangku SLTP. Saya mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka (ekskul) dengan Pembina Kak Widodo asal dari kota Tulungagung, orangnya ramah, penuh senyum, sabar dan sangat telaten.

Suatu saat Gugus Depan Saya mengadakan Perkemahan "Sabtu Malam Minggu" di lapangan "Indrakila" (belakang Museum Brawijaya di Jalan Besar ljen Kota Malang) sekarang perumahan Griya Wilis Indah.

Acara yang sangat terkesan, adalah acara "Api Unggun" dan "Jurit Malam". 


-klik untuk menonton video-
subscribe channel youtube : Sanggar Pringgodani

Dalam kontek kegiatan ini jurit malam, melambangkan siap tempur, dan siap menghadapi tantangan, hal ini biasanya dilakukan di malam hari. Aktifitas ini di rancang untuk melatih Pramuka dalam kondisi yang tidak terduga, dan membiasakan mereka, untuk tetap tenang, waspada, dibawah tekanan.

Dalam acara jurit malam, peserta dibawa ke sebuah tempat dengan menutup mata  dengan hasduk, setelah sampai ditempat, tutup mata dibuka, kemudian berjalan mengikuti pemandu (penujuk jalan) ke area sekitar camping ground, dengan situasi yang gelap.

Di dalam perjalanan, di siapkan halang-rintang, misalnya : melewati jembatan bambu, melewati tengah kuburan. (uwik...!! disini serem). Dan beberapa Kakak Senior (Penegak) berperan sebagai sosok  Pocong, Kuntilanak, atau Genderuwo. Wewe gombel. 


Kegiatan ini bertujuan menguji keberanian, kekompakan, kerjasama, hingga imajinasi. Selain itu jurit malam, bisa melatih kepemimpinan dan memecahkan masalah dalam waktu singkat. Setelah jurit malam biasanya Anggota Pramuka di ajak melakukan "Renungan Malam", yakni kegiatan untuk  merefleksi dan intropeksi bersama.

Kegiatan Jurit Malam dan Renungan Malam, memiliki tujuan khusus, hal ini di ungkapan Bapak Pandu sedudian, Baden Powell, dalam bukunya "Scouting for Boys"


Baden Powell menyebutkan, bahwa Pramuka dapat menentukan jalan, baik malam ataupun siang hari. Hal itu untuk melatih kedisiplinan, ketahan fisik dan mental, serta kekompakan dalam regu.

Tentunya di butuhkan pengalaman yang mencukupi, untuk terbiasa melakukan jurit malam. Sebagian mungkin ada yang pernah  tersesat, ketakutan, sampai ngompol. Huakakak...!!!.

Itu tadi tulisan tentang kegiatan Pramuka, semoga bisa di pahami dan bermanfaat, bagi mantan Pramuka, khsusnya Pandu Ngalam.

Paman Gober®
15052025